Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah itu menekankan pentingnya keteladanan orang tua, pendampingan anak, dan penerapan delapan fungsi keluarga untuk menghadapi tantangan pengasuhan di era digital.
TENGARAN, PKS KABUPATEN SEMARANG — Penguatan ketahanan keluarga menjadi salah satu kunci untuk membentuk generasi muda yang berkarakter dan berakhlak mulia di tengah berbagai tantangan era digital. Peran orang tua dinilai penting untuk melindungi anak dari perundungan, kecanduan gawai, paparan pornografi, kejahatan siber, penyalahgunaan narkoba, hingga tawuran.
Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Hj. Ida Nurul Farida, M.Pd., dalam kegiatan Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Omah Wet Gede, Desa Klero, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Sabtu (17/10/2026).
Dalam pemaparannya bertajuk “Membangun Fondasi Bangsa: Pentingnya Keluarga yang Kokoh untuk Melahirkan Generasi Berkarakter”, Ida menegaskan bahwa pembentukan karakter anak tidak cukup hanya mengandalkan pendidikan formal di sekolah. Keluarga memiliki peran mendasar dalam menanamkan nilai moral, membangun kebiasaan positif, serta memberikan pendampingan dalam proses tumbuh kembang anak.
“Karakter tidak tumbuh secara instan di sekolah. Akarnya dibangun melalui ketahanan, keteladanan, dan pendampingan keluarga secara utuh. Keluarga adalah madrasah pertama tempat anak belajar kasih sayang, nilai kehidupan, dan karakter,” ujar Ida di hadapan peserta sosialisasi.
Menurut dia, perkembangan teknologi dan perubahan lingkungan sosial membuat orang tua perlu semakin aktif dalam mendampingi anak. Pengawasan yang disertai komunikasi terbuka, keteladanan, dan penanaman nilai-nilai kehidupan menjadi bagian penting dari pengasuhan yang bertanggung jawab.
Delapan Fungsi Keluarga
Ida menjelaskan, ketahanan keluarga dapat diperkuat melalui penerapan delapan fungsi keluarga, yakni fungsi agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, serta pembinaan lingkungan.
Kedelapan fungsi tersebut saling melengkapi dalam menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung perkembangan fisik, sosial, emosional, dan moral anak. Karena itu, pembangunan keluarga tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan ekonomi, tetapi juga mencakup kualitas hubungan antaranggota keluarga dan keterlibatan orang tua dalam pengasuhan.
Ia juga menyoroti pentingnya kehadiran orang tua dalam kehidupan anak. Minimnya keterlibatan ayah maupun ibu dalam pengasuhan dapat menjadi salah satu tantangan bagi perkembangan anak, terutama ketika kebutuhan emosional, komunikasi, dan pendampingan tidak terpenuhi secara memadai.
Untuk memperkuat pendidikan karakter di lingkungan keluarga, Ida mendorong orang tua menjadi teladan atau role model, menyediakan waktu berkualitas atau quality time bersama anak, serta menerapkan disiplin positif. Pendekatan tersebut diharapkan membantu anak memahami batasan, mengembangkan tanggung jawab, dan membangun hubungan yang sehat dengan orang tua.
Kader PKK Didorong Jadi Agen Perubahan
Kegiatan sosialisasi tersebut turut menghadirkan Kepala DP3AKB Kabupaten Semarang Dewanto Leksono Widagdo, S.STP., M.M., serta Camat Tengaran Sri Sulistyorini, S.E., M.M.
Puluhan peserta yang berasal dari kelompok Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) desa se-Kecamatan Tengaran mengikuti kegiatan tersebut. Para kader PKK diharapkan dapat meneruskan edukasi mengenai pembangunan keluarga kepada masyarakat di wilayah masing-masing.
Melalui sosialisasi Program Bangga Kencana, penguatan ketahanan keluarga diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama untuk menciptakan lingkungan pengasuhan yang aman, mendukung tumbuh kembang anak, dan menanamkan nilai-nilai positif sejak dini.
Keterlibatan keluarga, masyarakat, dan pemerintah menjadi penting agar pendidikan karakter tidak berhenti sebagai wacana, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan keluarga yang menjalankan fungsi pengasuhan secara optimal, generasi muda diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia.