Serial Kea, Adi, Dilan, Tera #3


Sementara itu di belakang bangku Adi dan Dilan, seorang mahasiswi tertelungkup kepalanya di lengan kursi yang berfungsi sebagai pengganti meja tempat menulis.

“Aduuuh… sakiiiit….”

“Tera, kamu kenapa?” tanya mahasiswi di sampingnya. Sigap, tangan mahasiswi itu mengelus-elus punggung gadis yang dipanggilnya Tera.

“Perut aku sakit, Kea.”

“Kamu udah makan siang?” Jam dinding di depan kelas menunjukkan waktu pukul satu siang lewat lima menit.

“Belum. Aku males masak. Belum makan nih dari pagi.”

“Waduh, ngenes amat jadi anak kos... Ya udah kamu ke warteg aja gih. Makan dulu. Gak apa-apa kok telat. Dosennya cuek ini.”

“Gak deh, Kea. Lagi hemat. Bulan ini aku udah tiga kali ngisi kuota internet. Aku juga lagi nabung mau beli tablet baru.”

“Ya Allah Teraaa…. Masak kamu lebih sayang gadget sih daripada badan kamu.”

Kea lantas mengambil sesuatu dari tas nya. Sebungkus roti sobek. Ia sodorkan pada Tera. “Aku ada roti nih. Makan gih. Aku gak punya obat mag.”

Tera bangkit dari telungkupnya, menegakkan badan. Lantas menyambut pemberian Kea.

“Gak apa-apa nih? Makasih ya Kea.”

“Iya sama-sama.” Jawab Kea sambil merapikan jilbab birunya.

Tera membuka bungkus roti tadi, menyobek sepotong, lantas menyuapkan ke mulut.

“Kea, ayuk bareng!” Dengan mulut yang penuh, Tera menyodorkan kembali roti tadi kepada Kea, mengajaknya bersama menikmati roti sobek rasa coklat.

“Aku shoum. Gak apa-apa kamu aja,” jawab Kea.

“Lah… Ini buat buka dong?” Tanya Tera ke arah Kea yang kepalanya mengangguk meng-iya-kan. Lantas Tera merobek satu potongan lagi. “Makasih banyak ya Kea. Kamu sholehah banget deh.”

“Bayar!” Suara Adi yang duduk di depannya.

“Apa sih lu Di, nyamber aja.” Tera sewot.

“Jangan sewot, neng. Abang punya aqua gelas nih. Belum dibuka. Baek-baek sama abang!”

*****

bersambung ...

Serial Kea, Adi, Dilan, Tera

Penulis:Zico Alviandri
pks.id

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates | ReDesign by PKS Kab.Semarang