13 September 2020

13 September 2020

Enam Partai Dipastikan Usung Bison dalam Pilbup Semarang



DPD PKS Kabupaten Semarang memberikan rekomendasi untuk pasangan Bintang Narsasi Mundjirin - Gunawan Wibisono dalam Pilbup Semarang.


Turunnya rekomendasi tersebut menggenapi rekomendasi enam partai pengusung yang sudah turun untuk pasangan Bison.


"Rekomendasi oleh PKS untuk Bintang-Gunawan diserahkan pada Jumat (29/5/2020)."



"Maka saat ini rekomendasi sudah ada dari enam partai," jelas Ketua Tim Pemenangan Bison dalam Pilkada Kabupaten Semarang, Nurul Huda kepada Tribunbanyumas.com, Senin (1/6/2020).


Enam partai yang saat ini mengusung Bison, jelas Nurul Huda, yakni PPP, Partai Gerindra, PKS, PAN, Partai Nasdem, serta Partai Golkar.


"Artinya syarat dukungan untuk pasangan ini sudah selesai."


"Kami saat ini tinggal mendaftar ke KPU Kabupaten Semarang."


"Sembari menunggu tahapan-tahapan pilkada nantinya seperti apa," jelas dia.


Adapun menurutnya, saat ini fokus parpol dan relawan yakni melakukan sosialisasi dalam rangka memperkenalkan pasangan Bison kepada masyarakat, khususnya di Kabupaten Semarang.


Nurul Huda pun mengatakan, sosialisasi itu dilakukan dengan cara-cara yang unik.


Sebab menurutnya, tak diperkenankan dilakukan pengumpulan massa di tengah pandemi virus corona (Covid-19).


"Kami menyadari bahwa cara cara konvensional seperti pengumpulan massa tak bisa dilakukan disebabkan virus corona yang mewabah."


"Maka alternatifnya sosialisasi secara daring dan lain-lain."



"Sehingga kami tidak dianggap tak menghormati teman-teman yang sedang berjuang melawan virus corona," jelas dia.


Nurul juga menjelaskan, saat ini pihaknya melakukan penataan tim pemenangan pasangan Bison dari tingkat Kabupaten hingga tingkat paling bawah.


Tim tersebut nantinya juga bertugas melakukan sosialisasi dan memenangkan pasangan Bintang Narsasi-Gunawan Wibisono di Pilbup Semarang.


"Kalau tim formal dari kami sebatas sampai tingkat desa," jelas Nurul Huda.


Disinggung terkait status Gunawan Wibisono yang saat ini masih menjabat sebagai Sekda Kabupaten Semarang, menurut Nurul saat ini surat pengunduran diri sudah dalam proses.


"Semoga pada saat memasuki tahapan pilkada, surat telah turun," jelasnya. (Akbar Hari Mukti)

tribunbanyumas.com

Bintang Narsasi Mendaftar ke PKS, Rifai Optimis Rekomendasi Turun untuk Paslon Bison

Bakal Pasangan Calon Bupati Semarang (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Hj Bintang Narsasi dan Gunawan Wibisono (Bison) mendaftar ke DPD PKS Kabupaten Semarang di Tuntang, Kamis (5/3/2020) sore.
Bintang Narsasi mendaftar didampingi Arief yang mewakili Gunawan Wibisono menyerahkan formulir pendaftaran sebagai Cabup-Cawabup yang akan maju dalam Pilkada 2020.
Hal itu dilakukan paslon Bison untuk menindaklanjuti kesepakatan pimpinan 8 parpol di Kabupaten Semarang yang akan mengusung Bintang Narsasi dan Gunawan Wibisono yang saat ini masih aktif menjabat Sekda Kabupaten Semarang.
Ketua DPD PKS Kabupaten Semarang Ahmad Rifai mengatakan, paslon Bison menyerahkan formulir pendaftaran sebagai syarat adiministrasi sebagaimana telah disepakati 8 parpol untuk mengusungnya sebagai bakal Cabup dan Cawabup.
“Harapan kami kedepan rekomendasi 7 parpol bisa segera turun dan sama, yakni mengusung paslon Bison. Setelah pendaftaran ini kita segera mengajukan SK ke DPW untuk mendapatkan rekomendasi,” ujarnya.
Rifai optimis rekomendasi DPW dan DPP PKS Jateng akan turun untuk paslon Bison, karena selama ini keputusan selalu sama dengan DPD dalam hal rekomendasi.
“Kita optimis dapat rekom untuk paslon Bison. Sebelumnya kita sudah mengumpulkan tim TPPD atau desk Pilkada telah menyepakati mengusung paslon Bison. DPW sendiri tidak pernah bertolak belakang dengan keputusan yang telah disepakati DPD,” tandasnya.
Disebutkan Rifai, Koalisi Besar gabungan dari 7 parpol pengusung paslon Bison yakni PPP, PKS, Gerindra, Golkar, PAN, Nasdem, dan Gelora rencana pekan depan akan bertemu untuk merancang strategi dan tahapan-tahapan yang bisa dilakukan.
“Pekan ini parpol pengusung kita harapkan selesai semua mengembalikan formulir sehingga pekan depan sudah bisa kita musyawarahkan rancangan strategi dan tahapan-tahapan,” ungkapnya.
Bakal Cabup Semarang Hj Bintang Narsasi mengatakan, ia bersama  pasangannya saat ini kosentrasi menunggu rekomandasi dari semua parpol. Setelah itu parpol pengusung akan segera mengadakan rapat untuk proses menentukan kesepakatan bersama.
“Setelah rekom turun mungkin parpol yang bergabung akan merapat. Kedepan mau bagaimana dan seterusnya setelah pendaftaran dan lain-lain sesuai jadwal,” ujarnya.
Terkait pasangannya, yakni Soni –panggilan akrab Gunawan Wibisono– tidak bisa mendampingi mendaftar ke parpol, menurutnya karena ia masih ASN aktif, sehingga harus mematuhi aturan yang berlaku.
“Pak Soni belum boleh mengikuti saya seperti ini (mendaftar, red) terutama publikasi belum diizinkan sehingga kami minta jalan dulu,” ujarnya. 

08 Januari 2019

08 Januari 2019

Kokohnya Dakwah dengan Kekuasaan

Para perindu kemenangan dakwah, mari sejenak kita lihat salah satu bagian sirah yang tidak bisa kita abaikan, hubungan antara dakwah dan kekuasaan.

Selama 13 tahun Rasulullah berdakwah di Makah, tidak banyak kemajuan yang dicapai. Tetapi 10 tahun pada periode Madinah, dakwah berkembang pesat hingga mencapai kemenangan. Diantara penyebab utamanya adalah adanya kekuasaan yang menopang dakwah Islam di Madinah.

Para nabi terdahulu yang memiliki banyak pengikut, rata-rata mereka adalah juga pemegang kekuasaan, seperti nabi Daud, Sulaiman dan Yusuf. Begitu banyak nabi yang berdakwah hanya dengan seruan, kemudian hanya mendapat segelintir pengikut dan diacuhkan kaumnya, kecuali nabi Yunus. Begitu pula banyak penguasa yang beriman, dengan kekuasaannya itu agama Allah menjadi tegak seperti Dzulqarnain.

Demikian pula dakwah Islam di Nusantara, selama delapan abad jalan di tempat, hampir tidak ada penduduk pribumi yang memeluk Islam. Kemudian dalam waktu sekitar lima puluh tahun mengislamkan hampir seluruh Jawa, bahkan Islam menyebar ke berbagai wilayah di nusantara. Salah satu faktor utamanya adalah kemampuan Walisongo memainkan peran di pusat kekuasaan waktu itu dan adanya kekuasaan yang menopang dakwah, yaitu Demak.

Begitu pula berbagai agama lain, ideologi, gerakan dan aliran, seperti Komunisme dan Fasisme, mereka kebanyakan berkembang pesat dan meraih kejayaan ketika mendapatkan kekuasaan yang menopangnya.

Dari hal yang kecil, misalnya seorang ulama ketika mengumpulkan sedekah untuk membangun madrasah mendapatkan tidak seberapa. Tapi ketika seorang ulama menjadi Bupati, ia dengan mudah mengucurkan dana milyaran untuk madrasah.

Di kancah perpolitikan negeri ini, dulu Masyumi berada di atas NU, dan NU sering dengan mudah termarjinalkan. tapi begitu NU mendapatkan peran kekuasaan, ia bisa menduduki posisi mainstream mengungguli ormas-ormas yang lain.

Kalau diibaratkan bunga, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah jauh lebih besar daripada bunga Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab. Tetapi karena ada kekuasaan yang menopang dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab, gerakannya tidak menjadi layu begitu saja, tetapi berwujud menjadi buah yang lebih besar.

Allah memerintahkan dalam Surat Al Qashas: 77 agar tidak melupakan bagian kita di dunia. Mengejar dunia itu boleh, tetapi meraih dunia untuk menopang akhirat tentunya lebih mulia. Bekerja mencari penghidupan untuk diri dan keluarga adalah sesuatu yang mulia. Sedang meraih kekuasaan, bisa menjadi sarana mengokohkan dakwah beserta mewujudkan nilai-nilai kebaikannya yang kita yakini untuk umat manusia, keduanya saling mendukung.

Jika ada sebagian saudara kita yang berupaya meraih kekuasaan, tidak seluruhnya hanya berorientasi pada ambisi duniawi semata. Banyak yang ingin menjadikan kekuasaan itu untuk menopang tegaknya dakwah. Tidak kalah mulianya dengan berdakwah dengan cara-cara lain seperti mengajarkan ilmu, mengajak shalat atau menyantuni fakir miskin. Bahkan bisa dikatakan, berdakwah melalui jalur kekuasaan itu seperti membangun grosirnya dakwah. Kalau menyeru secara individu hanya seperti menjual secara eceran.

Tapi, medan kekuasaan itu seperti medan perang yang penuh resiko. Dari kemenangannya memang akan didapat pencapaian yang besar. Sebaliknya, dari kekalahannya, bisa didapati kehancuran yang besar pula. Kita perlu mensupport mereka yang berjuang melalui jalur kekuasaan, tetapi mereka juga harus menempatkan diri secara apik dalam kerangka kepentingan keumatan yang besar.

Muhamad Fauzi

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates | ReDesign by PKS Kab.Semarang