Sandiaga : "Saya Satu Suara Aja Saya Kejar"



Bagi calon Wakil Presiden Sandiaga Uno, satu suara sangat berharga, karena itu akan dikejar sampai kemana pun. 

“Saya satu suara aja saya kejar,” kata Sandi usai bertemu kader Partai Gerindra Kota Tangerang, di Telaga Seafood, BSD, Tangerang Selatan, Jumat (9/11). 

Kubu Prabowo akan mempertaruhkan untuk satu suara

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu mencontohkan bagaimana dirinya mempertaruhkan satu suara dukungan dari masyarakat. Dia menceritakan saat ia bersama rombongan pengawalnya hendak menaiki elevator sebuah gedung di Jakarta bersama warga. Saking takutnya pengawalan, beberapa orang terpaksa keluar dari elevator tersebut. 

“Tadi saya masuk lift, karena ada dua orang di dalam lift, begitu kaget nya dia, karena pengawalan yang begitu banyak, mereka keluar, gitu. Saking takutnya kita, mereka memiliki persepsi jelek terhadap Sandi, saya samperin. Bagaimana caranya? Saya salamin dia untuk meyakini, meyakinkan mereka tidak menjadi suatu hal yang negatif. Jadi satu suara saja saya pertaruhkan,” ungkap Sandiaga. 

Satu suara adalah anugerah

Bagi Sandi, dukungan satu suara dari rakyat adalah sebuah anugerah. “Dan buat saya dan Pak Prabowo adalah salah satu anugerah dapat kepercayaan. Jadi itu kita akan berjuang satu demi satu suara akan kita yakinkan, akan kita sentuh hatinya, akan kita inspirasikan pemikirannya, untuk menyambut Indonesia yang adil makmur di bawah Prabowo-Sandi,” kata dia. 

Sandiaga menambahkan, pentingnya satu suara sama pentingnya dengan suara kelompok, atau orang-orang yang memiliki basis massa seperti tokoh atau orang yang memiliki pengaruh di masyarakat.

Satu juta suara kurang satu, belum genap disebut satu juta, setuju gak guys?

sumber: idntimes.com

Kamu Tahu Gak? Mengajak Golput Bisa Kena Kurungan Penjara 2 Tahun Loh!



Pemilu 2019 akan berlangsung pada 17 April 2019. Kedua pasangan calon diberikan masa kampanye selama enam bulan, yakni sejak 13 Oktober 2018 hingga 13 April 2019. 


Namun, tingkat golput belum dapat dipastikan berkurang, karena sejak Pemilu 2014 masih relatif tinggi yakni hampir 25 persen dengan tingkat partisipasi pemilih 75,2 persen. 

Lalu bagaimana upaya pemerintah, dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI selaku penyelenggara pemilu, dalam upaya menekan angka golput di Tanah Air?

1. Larangan mengajak orang lain golput

Upaya pemerintah mencegah angka golput pertama adalah melalui peraturan atau undang-undang. Larangan mengajak golput tertuang dalam undang-undang, tepatnya dalam UU 8 Tahun 2012, dimana ada beberapa pasal yang berhubungan dengan partisipasi pemilih, dan ada sekitar dua pasal yang menjelaskan ancaman bagi mereka yang mengajak orang golput.

Pasal 292: "Setiap orang yang dengan sengaja menyebabkan orang lain kehilangan hak pilihnya dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun dan denda paling banyak Rp 24 juta."

Pasal 301 ayat 3: "Setiap orang yang dengan sengaja pada hari pemungutan suara menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya kepada pemilih untuk tidak menggunakan hak pilihnya atau memilih peserta pemilu tertentu, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 tahun dan denda paling banyak Rp 36 juta."

2. KPU mendekati pemilih muda untuk mencegah golput

Sementara dari catatan KPU, langkah penyelenggara pemilu itu dalam mencegah golput di antaranya melakukan pendekatan kepada kaum millennials, seperti mahasiswa yang menjadi pemilih pemula. KPU menggelar acara KPU Goes to Campus, untuk melakukan pendekatan terhadap mahasiswa. 

Sedangkan, untuk pendidikan pemilu sejak dini, KPU melakukan kunjungan ke Sekolah Dasar (SD). Siswa-siswi diajarkan dan dilibatkan dalam simulasi pemungutan dan penghitungan suara.

3. Hal-hal yang membuat orang malas ke TPS

Dikutip dari situs Perkumpulan Pemilu untuk Demokrasi (Perludem) setidaknya ada tujuh hal yang membuat orang malas pergi ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan cenderung memilih golput. 


Pertama, adalah faktor pemahaman teologis, pemilu dianggap menjadi sesuatu yang dilarang dalam agama. Kedua, adalah protes. Menurut Deputi Direktur Perludem Khoirunnnisa Agustiyati, sikap warga tersebut merupakan bentuk protes terhadap politisi atau parpol yang tidak memberi manfaat kepada warga. 

Ketiga, faktor perlawanan. Keempat faktor kepercayaan. Kelima, maladministrasi atau tidak terdaftar. Keenam, faktor individual seperti orang tersebut sedang berlibur, dalam perjalanan, atau kegiatan pribadi yang dianggap lebih penting dari memilih. Lalu terakhir adalah faktor kejenuhan.

sumber: idntimes.com

Bukan Soal Followers, Ini 7 Tanda Anak Muda Kekinian yang Sebenarnya!


Siapa sih yang gak ingin jadi anak muda gaul dan kekinian?

Zaman sekarang, jadi anak muda yang kekinian bikin kamu punya banyak teman. Gak heran, beragam life style harus kamu ubah demi menjadi seseorang yang kekinian dan mampu diakui oleh masyarakat sekitar. Ibarat kata, kamu jadi primadona di lingkunganmu. Nah, mungkin kamu bertanya-tanya, apa aja sih rahasia jadi orang yang kekinian? Ini jawabannya!

1. Dia, anak muda yang kekinian adalah orang yang open minded dan mampu beradaptasi dengan cepat.
Seseorang yang pikirannya terbuka akan cepat terhubung pada sesuatu yang positif dan mudah diterima oleh orang lain. Mereka fleksibel dan up to date terhadap hal baru sehingga ia mampu beradaptasi dengan cepat oleh lingkungan baru dan terhadap hal baru.

Orang kekinian itu bisa berbaur tanpa harus melebur.

2. Dia, anak muda yang kekinian harus tampil kreatif dan tidak takut menyalurkan ide-ide cemerlang.
Sesuatu yang besar selalu dimulai dari hal kecil. Sebuah ide besar akan selalu dimulai dengan ide kecil. Seseorang pasti telah dikaruniai sebuah kemampuan dan melalui hal itulah hal besar biasanya akan terjadi. Tanpa dia sadari, hal unik di dalam dirinya sekarang akan menjadi sesuatu yang besar saat dia mengolahnya dari sekarang. Dia tak pernah takut bikin gebrakan baru.


3. Dia, anak muda yang kekinian tak malu tampil beda, karena beda itu unik dan menyenangkan.
Udah bukan zaman lagi selalu sama dan mainstream. Mengubah hidup menjadi lebih baik, kenapa gak? Terkadang, orang masih takut untuk dicela karena sebuah perubahan. Jangan! Karena setiap dari kita terlahir dengan kelebihan yang sudah sempurna. So, show yours now!

4. Dia, anak muda kekinian selalu meluangkan waktu untuk membaca dan mendengar lebih banyak.
Dia yang kekinian selalu membuka cakrawala dengan membaca apa yang dia suka dan berpetualang. Dia sadar, menerima pengetahuan baru bisa membuatnya juga mampu memberikan hal baru bagi dunia.

5. Dia, anak muda kekinian selalu menyegarkan pikiran dan hati dengan rutin berolahraga.
Rutinitas sehari-hari yang melanda selalu menjadi tantangan tersendiri, entah bekerja atau bersekolah. Rasa penat yang tak terhindarkan memaksa diri sendiri untuk keluar dan mencari kesenangan. Hal termudah dan terbaik mencegah rasa penat adalah berolahraga rutin dan mengeluarkan keringat sebanyak mungkin agar pikiran dan hati kembali segar.

6. Dia, anak muda kekinian memiliki karakter yang tidak mudah tergoyahkan.
Bagaimana seseorang terlihat oleh orang lain dilihat dari bagaimana ia bertindak dan berbicara. Seseorang wajib memiliki karakter diri agar orang lain dapat melihat dan memahami siapa diri kita sebenarnya. Karakter inilah yang menjadi dasar untuk berkomunikasi dengan orang lain dan tidak asal mengikuti orang lain.

7. Dia, anak muda kekinian berani keluar dari zona nyaman dan mengambil risiko.
Siapa sih yang gak suka ada di keadaan nyaman? Semua pasti suka. Tetapi, kenapa kita gak mencoba keluar selagi itu menghasilkan buah yang lebih baik. Membuka diri untuk bersukar dahulu adalah kesempatan untuk melangkah menuju masa depan lebih baik. Tunjukkan siapa dirimu dan perlihatkan bahwa hal di dirimu mampu mengubah dunia.

Anak muda kekinian itu bukan dia yang selalu aktif di media sosial, foto selfie dan gemar pamer foto. Bukan. Dia yang kekinian adalah anak muda yang berani melakukan perubahan untuk lebih baik. Jadi apa kamu siap jadi anak muda kekinian? So, be yourself guys!

sumber www.idntimes.com

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates | ReDesign by PKS Kab.Semarang