Meriahnya Puncak Milad ke-20 PKS

Jauhari Mahmud, Fraksi PKS Kab. Semarang (2 dari kiri)
Tuntang, 
Diawali dengan senam bersama puluhan kader simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Semarang, gelaran puncak peringatan ulang tahun PKS ini diselenggarakan di komplek Pasar Industri Kecil dan Kerajinan (PIKK) Lopait Tuntang, Ahad (29/4).

Dengan senam PKS Nusantara, peserta senam  terlihat senang. Tua muda laki perempuan turut serta senam di pagi itu. Usai senam sekira satu jam, peserta makan bubur kacang ijo sambil menunggu undian doorprise dari panitia. Tidak sedikit doorprize yang dibagikan, dengan besaran yang bervariasi.
 
Senam PKS Nusantara
Rangkaian puncak milad ke-20 PKS ini juga digelar bazar oleh Genpro PKS. Perkumpulan bisnis para kader PKS. Berbagai barang dan makanan dijajakan dalam bazar kali ini. Semakin banyak orang berdatangan di waktu yang beranjak siang tersebut. Hadir para aleg PKS Kabupaten Semarang, termasuk ketua fraksi PKS, Muhammad Jauhari Mahmud, S.HI.
Bazar Genpro

PKS dalam milad kali ini juga menggelar donor darah, kerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI). Tercatat ada puluhan kader simpatisan yang ikut serta mendonorkan darahnya, termasuk ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Kab. Semarang, Ahmad Rifai.

"Sengaja kami gelar banyak kegiatan dalam milad PKS ini. Kami ingin tunjukkan kiprah dan khidmat PKS bagi masyarakat. Ada senam kesegaran jasmani, donor darah, bazar sembako dan pentas PKS muda", ujarnya.
Ahmad Rifai

"Kami juga gelar tasyakuran bersama warga sekitar kantor DPD beberapa waktu lalu. Kami mohon dukungan dan do'a agar PKS tetap istiqomah dalam berkhidmat untuk umat", pesan Rifa'i.

Dalam puncak milad ini juga digelar pelantikan pengurus baru PKS tingkat kecamatan di Kabupaten Semarang. Tercatat ada 16 kepengurusan yang masing-masing terdiri dari pengurua inti, keperempuanan dan kewilayahan. Pelantikan ini sekaligus konsolidasi mesin partai untuk pemenangan pilgub Jateng 2018, yangmana PKS mengusung Sudirman Said - Ida Fauziyah dengan nomor urut 2.
Tasyakuran


suaramerdeka.com

Rhoma Irama: Sudirman Said Penuhi Kriteria Pemimpin Muslim


Musisi Rhoma Irama secara terbuka menyatakan dukungan kepada pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur, Sudirman Said dan Ida Fauziyah, pada Pilkada Jawa Tengah 2018. Bagi raja dangdut itu, paslon tersebut, khususnya Sudirman Said, telah memenuhi kriteria sebagai seorang pemimpin muslim. 

"Sebetulnya saya mendukung berdasarkan kriteria pemimpin muslim, yakni sidiq, tabliq, amanah, fatonah. Sebagai muslim, saya harus mengacu pada kriteria itu, di tingkat mana pun," tutur Rhoma di sela konser Nada dan Dakwah di Lapangan Butuh, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Senin (23/4/2018) sore. 

Menurut pelantun lagu "Adu Domba" itu, Sudirman adalah calon pemimpin yang berkompeten berdasarkan pengalaman Sudirman menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) periode 2014-2019. "Beliau adalah kompeten untuk memimpin Jateng. Beliau mantan menteri, pernah mengalami masalah-masalah negara. Artinya, kalau masalah provinsi akan lebih sederhana bagi beliau. Saya rasa beliau lebih expert," jelas Rhoma. 

Lebih lanjut, Rhoma mengenal calon gubernur nomor urut 2 itu sebagai sosok yang berintegritas dan kredibel. Sosok seperti itulah yang dibutuhkan untuk memimpin sebuah wilayah. Rhoma pun tidak perlu memberikan pesan-pesan khusus kepada Sudirman maupun Ida. "Beliau ini kita kenal karena integritas dan kredibilitasnya. Bangsa ini tahu ketika menjabat sebagai menteri. Saya rasa beliau senior, jadi enggak perlu pesan-pesan khusus," imbuhnya. 

Untuk itu, Rhoma mengajak semua penggemarnya untuk mendukung paslon Sudirman-Ida, termasuk para pendukung dan simpatisan Partai Idaman di wilayah ini. Rhoma menyebut pendukung partai yang didirikannya itu cukup banyak di Jateng. Rhoma Irama bersedia berkeliling ke berbagai daerah di Jateng untuk bernyanyi bersama Soneta Group dalam Konser Salam 2 Jari. Konser ini sebagai wujud nyata dukungannya kepada Sudirman-Ida.

kompas.com

Mengenal Sosok Sudirman Said


PROFIL TOKOH
Nama lengkap
:
Sudirman Said
Profesi
:
aktivis
Tempat / Tgl Lahir
:
Brebes, 16 April 1963

RIWAYAT
Meski berlatar pendidikan akuntansi dan bisnis, Sudirman menikmati sebagai aktivitis anti korupsi. Puncaknya, ia diberi tugas membenahi kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Sudirman Said lahir di Brebes, 16 April 1963. Orangnya teliti dan disiplin. Ini yang selalu Sudirman Said tunjukkan saat masih kecil, di sekolah, kuliah, hingga bekerja. 

Ia dikenal aktivis anti korupsi, tapi berbeda dengan aktivis lainnya. Ia berpenampilan rapi dan bukan aktivis jalanan. Ia lebih banyak menyoal transparansi keuangan sebuah lembaga atau instansi. 

Awal terjadinya korupsi karena tidak adanya keterbukaan anggaran keuangan. Sudirman menjadi aktivis korupsi dimulai mendirikan beberapa organisasi anti korupsi, seperti Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) dan Indonesia Institute for Corporate Governance (IICG) (2000). 

Lembaga ini menuntut perilaku yang bersih dalam mengelola keuangan negara dan perusahaan. Berkat aktif di dunia ini, Sudirman juga diminta untuk mengelola perusahaan. Beberapa perusahaan yang dikelola berkaitan pertambangan, energi, minyak, dan gas. 

Ia lebih banyak mendapat tugas untuk membenahi budaya korupsi, dan meningkatan produktivitas, dan keuntunngan bisnis melalui pengelohan keuangan yang bersih. Sikap tersebut dilaksanakan tidak hanya di corperate, tapi juga di instansi pemerintah. 

Hal itu dibuktikan saat ia diminta menangani Badan Rekontruksi dan Rehabilitasi (BRR) Aceh-Nias, 2005-2007. Dia membentuk Satuan Anti Korupsi (SAK) yang bertugas mendidik semua pemangku kepentingan di Aceh dan Nias pasca Tsunami.

Sudirman menjelaskan bahwa BRR telah membatalkan tender proyek bermasalah senilai 157 miliar rupiah. 

Berbekal menangani anti korupsi di sektor privat dan publik membuat kariernya cemerlang. Presiden terpilih Joko Widodo meminta Sudirman membereskan kementerian yang diduga subur lahan korupsi. Sudirman Said dipilih menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam Kabinet Kerja 2014-2019.

Sayang, dalam menjalani tugasnya, Sudirman tak sampai selesai. Ia terkena reshuffle kabinet pada 27 Juli 2016. Presiden Jokowi mengangkat Arcandra Tahar sebagai penggantinya.

Tak lama setelah itu, pada 2018, Sudirman Said dicalonkan Partai Gerindra untuk maju sebagai calon Gubernur Jawa Tengah. Ia berpasangan dengan Ida Fauziyah dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Kedua pasangan ini diusung oleh Gerindra, PKB, PAN, dan PKS.  (DN)

PENDIDIKAN
S1, Akuntan dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), Jakarta,1990
S2, Master Bidang Administrasi Bisnis dari Universitas George Washington, Amerika Serikat, 1994


KARIER
Pendiri Indonesia Institute for Corporate Governance (IICG) (2000) 
Ketua Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) 2001
Direktur Keuangan & Admin, PT. Petrokimia Nusantara Interindo, 2003-2005. 
Pendorong BPK audit Dana Pemilu 2004
Deputi Kepala Badan Pelaksana Rekontruksi dan Rehabilitasi (BRR) Aceh-Nia, Bidang Pengembangan Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia, 2005-2007
Staf Ahli Direktur Utama PT Pertamina, 2007-2008
Direktur Human Capital di Petrosea, 2009-2010
Executive Director Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) CEO Summit 2013
Wakil Presiden Direktur PT Petrosea Tbk, 2013
Ketua Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Kedinasan (Ikanas) Keuangan-STAN periode 2013-2016
Direktur Utama PT Pindad, 4 Juni 2014
Dewan Pengurus Nasional, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)
Menteri  Energi dan Sumber Daya Mineral RI 2014-2016

viva.co.id

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates | ReDesign by PKS Kab.Semarang