Dewan Dorong Perikanan Indonesia Kembangkan Pakan Alami

Budidaya ikan nila di Desa Cangkringan Banyudono menggunakan pakan alami, sehingga para petani tidak mengeluarkan biaya untuk pakan. Hal ini disampaikan Camat Banyudono, Rita Puspita Sari saat menerima kunjungan reses Anggota Komisi XI DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari, Rabu (24/12).

"Perlu diketahui, budidaya ikan nila ini 100 persen menggunakan pakan alami seperti tanaman lumut dan ganggang. Para petani disini selain membudidayakan ikan, mereka juga membudidayakan pakan alami. Jadi tidak membutuhkan lagi biaya untuk membeli pakan seperti pelet," ungkap Rita di sentra perikanan Desa Cangkringan, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali.

Rita menambahkan dengan menggunakan pakan alami, selain menghemat biaya pakan, kualitas ikan yang dipanen juga jauh lebih baik dibanding ikan menggunakan pakan buatan pabrik.

"Selain dari segi biaya pakan lebih murah, kualitas ikan nila-nya pun lebih bagus dibanding ikan yang diberi pakan pelet. Semisal, jika ikan nila yang diberi makan pelet dijual dengan harga Rp 20 ribu per kilo, ikan dengan pakan alami bisa dijual dengan harga mencapai Rp 40 ribu per kilo," jelas Rita.

Menanggapi hal ini, Kharis mengatakan perikanan menggunakan pakan alami layak disebut sebagai upaya pengembangan ekonomi kerakyatan.

"Model usaha seperti inilah sebenarnya yang lebih memiliki warna kerakyatan. Selain mandiri, petani juga akan menjadi produsen sejati karena seluruh komponen usahanya mampu diproduksi sendiri. Dengan kata lain, selain memelihara ikan, petani juga memiliki pabrik pakan," ujar Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI itu.

Lebih lanjut, Kharis mengatakan model budidaya ikan dan pakan seperti ini perlu dikembangkan di seluruh Indonesia karena bisa memajukan perekonomian bangsa dan menekan impor pakan ikan.

"Budidaya ikan seperti ini harus dikembangkan ke seluruh kawasan Indonesia karena bisa menekan impor pelet. Pembubidayaan ikan nila yang dibarengi dengan budidaya pakan alami akan membuat petani memiliki kemandirian dalam berusaha. Petani tidak lagi memiliki ketergantungan dengan pemasok pakan buatan," kata Kharis. (pks.or.id)

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates | ReDesign by PKS Kab.Semarang