Pendidikan

Ancaman Kekeringan Mengintai Tengaran, Ida Nurul Farida Dorong Warga Perkuat Kesiapsiagaan

29 September 2026 • Waktu Baca 3 Menit
Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Hj. Ida Nurul Farida, M.Pd., memberikan edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat dalam kegiatan Identifikasi dan Sosialisasi Daerah Rawan Bencana Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 di Desa Duren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Kegiatan tersebut digelar bersama BPBD Jawa Tengah untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman bencana, termasuk kekeringan dan krisis air.
Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Hj. Ida Nurul Farida, M.Pd., memberikan edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat dalam kegiatan Identifikasi dan Sosialisasi Daerah Rawan Bencana Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 di Desa Duren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Kegiatan tersebut digelar bersama BPBD Jawa Tengah untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman bencana, termasuk kekeringan dan krisis air. Foto: Dok. Humas

BPBD Jawa Tengah dan Komisi E DPRD Jateng Dorong Masyarakat Tengaran Menjadi Garda Terdepan Menghadapi Risiko Bencana

TENGARAN, PKS KABUPATEN SEMARANG – Potensi bencana alam yang mengancam sejumlah wilayah di Kabupaten Semarang mendorong penguatan kesiapsiagaan masyarakat hingga tingkat desa. Pemerintah daerah bersama legislatif terus memperkuat edukasi mitigasi agar warga mampu mengenali risiko dan mengambil langkah cepat ketika bencana terjadi.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Identifikasi dan Sosialisasi Daerah Rawan Bencana yang digelar Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah di Desa Duren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jumat (25/9/2026).

Kegiatan yang melibatkan sekitar 50 perwakilan masyarakat itu bertujuan meningkatkan pemahaman warga mengenai ancaman bencana, mengenali wilayah rawan, serta membangun ketangguhan masyarakat berbasis komunitas (community-based disaster resilience).

Berdasarkan pemetaan BPBD, Kabupaten Semarang memiliki sejumlah potensi ancaman bencana, mulai dari tanah longsor, kekeringan, angin puting beliung, hingga banjir. Kecamatan Tengaran menjadi salah satu wilayah yang masuk dalam kawasan dengan potensi terdampak kekeringan.

Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Hj. Ida Nurul Farida, M.Pd., mengatakan masyarakat memiliki peran penting dalam upaya pengurangan risiko bencana karena menjadi pihak yang pertama kali menghadapi kondisi darurat di lingkungan masing-masing.

“Masyarakat adalah garda terdepan saat ancaman bencana terjadi. Karena itu, identifikasi titik rawan dan edukasi pencegahan secara berkala sangat penting agar warga mengetahui apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana,” ujar Ida.

Menurut dia, mitigasi bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari pemerintah daerah, lembaga penanggulangan bencana, hingga masyarakat desa.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Jawa Tengah, Drs. Wahyudi Fajar, M.Si., bersama tim memberikan pemaparan mengenai peta risiko bencana serta langkah-langkah kesiapsiagaan yang dapat dilakukan masyarakat.

Materi yang diberikan mencakup pengenalan ancaman bencana lokal, pemetaan wilayah berisiko, hingga tindakan yang perlu dilakukan masyarakat ketika terjadi kondisi darurat.

BPBD Jawa Tengah mengapresiasi antusiasme masyarakat Desa Duren yang aktif mengikuti proses edukasi dan simulasi. Keterlibatan warga dinilai menjadi modal penting dalam membangun sistem peringatan dini berbasis masyarakat.

Camat Tengaran Sri Sulistyorini, S.E., M.M., bersama Kepala Desa Duren Wahyudi dan jajaran perangkat desa turut mendukung kegiatan tersebut. Menurut pemerintah wilayah setempat, peningkatan kapasitas masyarakat menjadi kebutuhan penting mengingat perubahan kondisi lingkungan dan meningkatnya risiko bencana.

Melalui kegiatan ini, 50 peserta yang telah mendapatkan pembekalan diharapkan dapat menjadi penggerak informasi mitigasi bencana di lingkungan masing-masing. Mereka diharapkan mampu menyebarkan pengetahuan kesiapsiagaan kepada keluarga dan masyarakat sekitar.

Dengan penguatan kapasitas warga, Desa Duren diharapkan tidak hanya menjadi wilayah yang siap menghadapi ancaman bencana, tetapi juga mampu membangun budaya sadar risiko di tengah masyarakat.

Topik Terkait: Pendidikan
Editor: Imam Bukhari
[isi_form_komunitas_kreatif]
Layanan Aspirasi Fraksi PKS

Formulir Layanan Aspirasi DPRD

Sampaikan usulan, aduan, atau kebutuhan warga secara lebih rapi, terstruktur, dan mudah diproses oleh admin.

Langkah 1 dari 5 20%

Data Pengusul

Isi identitas pengusul atau perwakilan yang menyampaikan aspirasi.

Gunakan nama lengkap asli.
Pastikan nomor aktif.
Opsional.
Pilih posisi Anda.

Detail Aspirasi

Jelaskan inti usulan, masalah, atau kebutuhan secara spesifik.

Tindak Lanjut

Tentukan prioritas dan jenis tindak lanjut.

Lampiran & Persetujuan

Review Data

Pastikan semua data sudah benar sebelum mengirim.