Sirah Nabawiyah: Musuh Terpecah Belah

 
ilustrasi - kisahteladan354.blogspot.co.id
Sahabat sirahku,  lalu diam-diam Nu'aim melanjutkan visinya ia pergi ke perkemahan bani Ghafatan yang juga sahabatnya. Kepada mereka Nuaim berkata, " Sebenarnya Bani Quraizhah merasa menyesal telah memusuhi Muhammad.  Mereka enggan meneruskan pertempuran di pihak kalian. Hati-hati, mereka akan berpura-pura meminta sandera kepada kalian,  padahal sandera itu akan diserahkan kepada Muhammad agar Muhammad memaafkan perbuatan mereka."

Mendengar itu para pemimpin Ghafatan dan Quraisy jadi ragu-ragu terhadap Bani Quraizhah. Abu Sufyan pun menulis surat kepada Saad pemimpin Bani Quraizhah. Kami sudah cukup lama tinggal di tempat ini dan mengepung Muhammad. Menurut hemat kami, besok kalian harus sudah menyerbu Muhammad dari belakang dan kami akan menyusul."

"Besok hari Sabtu," tulis Kaab.  "Pada hari Sabtu kami tidak dapat berperang atau bekerja apapun."

"Cari hari Sabtu lain saja sebagai pengganti Sabtu besok," geram Abu Sufyan dalam surat balasannya. "Sebab besok Muhammad sudah harus diserbu. Kalau kami sudah mulai menyerang Muhammad sedang kamu tidak turut serta dengan kami, persekutuan kita  dengan sendirinya bubar dan kamulah yang akan kami serbu lebih dahulu sebelum Muhammad!"

Bani quraizhah tidak berani melanggar pantangan pada hari Sabtu. Mereka mengulangi jawaban itu dengan tambahan bahwa ada golongan mereka yang dapat kemurkaan Tuhan karena telah melanggar hari Sabtu, sehingga berubah jadi monyet dan babi. Kemudian Bani quraizhah malah meminta sandera dari pihak ahzab untuk ditahan di benteng mereka agar yakin bahwa orang Quraisy dan Ghafatan tidak akan pergi begitu saja.

Nendengar itu, Yakinlah pasukan ahzab bahwa apa yang dikatakan Nuaim benar. Keraguan besar segera melanda pasukan ahzab. Jika Bani quraizhah tidak menyerang dari belakang, mereka terpaksa harus menyerang dari depan melalui parit.  Padahal parit itu tidak akan diseberangi dengan cara bagaimanapun.

Karena orang Quraisy menolak menyerahkan sandera.  Yakinlah Bani quraizhah bahwa mereka akan ditinggalkan.

Kisah diambil dari berbagai sumber siroh nabawiyah "Syaikh Shafiyyur Rahman al Mubarakfurry"
ONE DAY ONE SIRAH-MATERI 32

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates | ReDesign by PKS Kab.Semarang