Sirah Nabawiyah: Keputusan Saad Bin Muadz

ilustrasi - candradewojati.com

Sahabat sirahku, setelah dikepung sekian lama, Bani Quraizhah mengirim utusan. Mereka ingin kepungan dihentikan agar mereka bisa pergi seperti bani Qainuqa dan Bani nadhir. Namun Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menolaknya sebab pengkhianatan Bani quraizhah jauh lebih berbahaya daripada kedua suku Yahudi itu. Akhirnya Bani quraizhah pun menyerah tanpa syarat.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam setuju untuk mengangkat Saad bin Muadz sebagai Hakim untuk menjatuhkan hukuman kepada Bani quraizhah. Tindakan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ini sangat adil dan murah hati karena Saad bin Muadz dan suku Aus yang dipimpinnya dulu bersahabat dengan Bani quraizhah seperti halnya persahabatan antara Suku khazraj dengan Bani qainuqa.

Bani Quraizhah sendiri menyambut gembira keputusan itu, Baik kaum muslimin maupun Bani quraizhah menyatakan rela atas keputusan yang akan diambil Saad bin Muadz. Saat itu Saad masih berada di kemah seorang tabib wanita yang dengan sukarela mengobati para prajurit muslim yang terluka. Saad dinaikkan ke atas unta dengan tangan terbalut dan menuju ke  perkampungan Bani quraizhah.

Dengan tenang Saad memikirkan apa yang akan diputuskannya. Saad teringat betapa baiknya perlakuan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kepada orang Yahudi beliau senantiasa mengingatkan para sahabatnya agar berbuat baik kepada mereka. Namun kebaikan itu dibalas Yahudi dengan tipu daya, kelicikan, kerusakan ekonomi dan penyebaran desas-desus untuk menjatuhkan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam.

Jika bani Quraidzah  dimaafkan dan dilepas kan mereka akan berlaku seperti halnya Bani nadhir dan Bani qainuqa yang terus melancarkan permusuhan. Bukankah kedatangan pasukan adzab akibat hasutan Huyay bin Akhtab, pemimpin Bani nadhir? jika tidak datang Pertolongan Allah kemungkinan besar kaum muslimin dari wanita hingga anak-anak akan musnah dibantai oleh musuh.

Di hadapan kaum muslimin dan orang Yahudi Saad bin Muadz berkata, "Aku memutuskan untuk membunuh kaum pria Bani quraizhah, membagi harta benda mereka serta menawan anak-anak dan kaum wanitanya."

Hukuman itu pun dilaksanakan. Setelah itu kamu Muslimin kembali ke Madinah dalam keadaan yang amat disegani oleh seluruh suku yang ada di Jazirah Arab biasa sampai ke sudut-sudutnya.

Kisah diambil dari berbagai sumber sirah nabawiyah "Syaikh Shafiyyur Rahman al Mubarakfurry"

ONE DAY ONE SIRAH-MATERI 327

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates | ReDesign by PKS Kab.Semarang