Bersama Jokowi, DPC PKS Kecamatan Bergas menggelar Taklim Rutin Partai

Joko Widodo (Jokowi) Aleg PKS Kab. Semarang Dapil 1 

PKS Bergas
DPC PKS Kecamatan Bergas menggelar Taklim Rutin Partai (TRP) dengan mengundang para kader struktur DPC dan DPRa se-kecamatan Bergas. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Minggu, 2 April 2017 bertempat di rumah anggota DPRD sekaligus Sekretaris Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Joko Widodo di dusun Kepoh Desa Wujil Kecamatan Bergas.

Puluhan kader dan simpatisan nampak hadir dalam kegiatan ini termasuk ketua DPC PKS Bergas, Tri Ari Supriyadi.  Dalam sambutannya Tri Ari Supriyadi menegaskan bahwa Taklim Rutin Partai ini merupakan agenda rutin DPC PKS Kecamatan Bergas yang dilaksanakan sebulan sekali. 

"Taklim Rutin Partai ini adalah kegiatan yang sudah disusun dalam RKT DPC PKS Bergas, merupakan kewajiban DPC untuk membina dan memberikan informasi-informasi kedewanan dan aspirasi kepada konstituen dan struktur yang ada di bawah kami, di samping juga pembekalan wawasan keagamaan dan akhlaqul karimah“, tegasnya. 

"Untuk itu kami senantiasa berusaha menghadirkan anggota DPRD FKS dapil I, Joko Widodo, dalam setiap kegiatan TRP yang kami jalankan“, tambahnya. 

Dalam taujihnya, Anggota DPRD Kabupaten Semarang dari Fraksi PKS menegaskan kembali bahwa TRP adalah salah satu bentuk Pendidikan Politik yang dilakukan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Melalui TRP ini diharapkan para kader dan simpatisan semakin paham dengan arah perjuangan partai dalam rangka berkhidmat untuk rakyat.

"Bagi PKS perjuangan  melalui jalur politik adalah ibadah, karena yang dilakukan adalah upaya untuk memberi kemanfaatan bagi masyarakat. Inilah yang membedakan PKS dengan partai yang lain, bahwa dalam menjalankan kegiatan partai, selain berkeinginan mendapatkan simpati dan dukungan masyarakat, tapi  kita juga berharap akan balasan pahala dari Allah swt. Jadi bagi PKS, bukannya kita menggunakan agama sebagai alat politik, tapi menggunakan politik untuk kemuliaan Islam yang rahmatan lil’alamin", jelas Joko Widodo (Jokowi). 

"Pemisahan antara politik dan agama adalah tindakan tidak berkesesuaian, karena Islam yang Syumul (menyeluruh ) sehingga ketika orang berpolitik bukan berarti memanfaatkan agama sebagai kendaraan politik, tetapi memperjuangkan nilai-nilai agama untuk kepentingan umat di ranah politik, sehingga politik akan menjadi berakhlaq dengan tuntunan moralitas agama”, tambahnya.

Berkaitan dengan Pemilu legislatif 2019 yang akan dilaksanakan serentak dengan pemilu presiden, maka saat ini PKS masih menunggu regulasi yang tengah digodok di DPRRI. Tapi apapun sistemnya kader PKS harus siap dan berupaya untuk menggapai kemenangan 2019. 

Dalam kesempatan itu Jokowi juga menegaskan, bahwa PKS berupaya untuk merebut pemilih pemula yang jumlahnya cukup signifikan di 2019. Untuk itu PKS juga akan melakukan pembinaan kepada kader-kader muda agar kokoh di sisi moral, fisik, maupun kemampuan ekonomi melalui pertemuan pembinaan setiap pekan. "Semoga dengan kegiatan ini juga menjadi kontribusi PKS dalam rangka menjaga perkembangan generasi muda bangsa yang bertaqwa, kreatif dan cinta kepada bangsa dan Negara", ungkapnya. 

Kegiatan berlangsung komunikatif, karena setelah pemaparan materi TRP oleh Jokowi, diberikan kesempatan kepada para kader PKS yang hadir untuk menyampaikan aspirasinya. Di akhir acara, para kader dan simpatisan PKS saling ramah-tamah sambil menikmati hidangan yang telah disediakan oleh DPC PKS Bergas.

reportactual.com

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates | ReDesign by PKS Kab.Semarang