Paduan Pesona | Salim A. Fillah

Sejak wafatnya Nabi ﷺ, tiada lagi pribadi tunggal yang menjadi pancaran pesona Islam secara paripurna.

Hatta insan dengan iman yang jika ditimbang melampaui orang sejagat, Abu Bakr; tetap harus dipadu pesonanya dengan 'Umar ibn Al Khaththab. Orang lembut akan jadi lembek jika tak hati-hati. Syukurlah Abu Bakr teguh. Dan orang keras akan jadi kejam jika tak terkendali. Tapi 'Umar amat kasih pada yang dipimpin.

Si lembut yang teguh dan si keras yang penyayang adalah paduan pesona itu. "Iqtaduu billadzaini min ba'dii", ujar Nabi ﷺ, "Berqudwahlah dengan 2 orang sepeninggalku; Abu Bakr dan 'Umar."

Ya, tiap-tiap kita yang merasa begitu sukar meniru kesempurnaan multidimensi Sang Nabi; kadang harus mengidentifikasi diri, lebih dekat ke watak Abu Bakr atau 'Umar; lalu meneladani Rasulullah melalui mereka.

Dalam dakwah, paduan pesona itu juga amat diperlukan. Maka ketika Mush'ab ibn 'Umair diutus menjadi Duta Islam ke Yatsrib, dia didampingi seorang lain yang tak kalah dahsyat; 'Abdullah ibn Ummi Maktum, si buta yang membuat sang Nabi ditegur Rabbnya.

Mush'ab memikat orang ke dalam Islam dengan pesona wajah, senyum, bahasa tubuh, kata-kata, dan kehangatan tablighnya. Sesudah itu, Ibn Ummi Maktum yang bertekun-tekun mentarbiyah dengan ayat-ayat, tazkiyyatun nafs, dan ta'limnya.

Akhir pekan lalu, Masjid Jogokariyan amat bersyukur dengan kehadiran dua Akhinda yang paduan pesonanya kian mengokohkan dakwah insyaallah. Kang Noor 'Ucay' Al Kautsar dari Bandung dan Dek (Manis) Hamas 'Gagah' Syahid dari Surabaya. Yang satu memutuskan berhijrah justru di puncak ketenarannya sebagai rocker. Yang satu memutuskan terjun dalam dakwah budaya yang berat di tengah perjuangannya tuk terus menghafal Quran. JazaakumaLlaahu khayran.

Doa kami selalu, moga kita semua senantiasa ditolong Allah tuk memadukan pesona bagi dakwah; lillah, fillah. 

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates | ReDesign by PKS Kab.Semarang