Salam Rindu dari Aachen, Pesan Alumni Rohis atas Tragedi Charlie Hebdo

Tragedi penembakan kantor majalah satire Charlie Hebdo di Paris, Prancis mengangkat sejumlah pertanyaan besar, termasuk integrasi, toleransi agama serta kekhawatiran kembali akan adanya Islamofobia.

Inilah sebuah pesan yang di sampaikan oleh alumni rohis sma 1 Padang dan juga aktivis Assalam Sumbar,Ratutalatthaf Alfattah yang sedang menjalani persiapan masa studi di Aachen Jerman ,melalui sebuah kiriman di didinding grup  pada media sosial Fecebook.ia menuliskan sebuah pesan yang isinya

assalammualaikum ukhtiii

Rindu sekali ingin berkumpul bersama di sekre Assalam.,waktu berlalu begitu cepat.Ana mau cerita sedikit tentang kondisi Jerman terkini, khususnya setelah terjadi tragedi penembakan di Paris. Awalnya ana senang, di jerman itu masih ada ketenangan bagi muslimah  yang berhijab. Justru ketika berpapasan di jalan, sesama muslim silih berganti ucapkan salam. Namun perasaannya gundah setelah tragedi kemarin. Jerman timur saat ini bergejolak,banyak demonstran yang menyuarakan anti Islam.

Ada pembunuhan muslim oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.Seringkali kita dijadikan bahan olokan oleh anak-anak yang tidak berpengetahuan. Kini ana berada di Aachen, yang memang mayoritas adalah para pelajar, mungkin tidak begitu ekstrim dampak dari tragedi kemarin tapi cukup membuat ana hilang muka diantara para Deutscher yang notabenenya masih sensi sama muslim.

Berbeda dengan indonesia, meskipun islam diakui secara bebas tapi ana tau masih banyak tantangan sosial yang kita hadapi. Tidak mudah memang menjadi agen muslim yang baik di muka bumi ,dan lagi baru-baru ini ana berkenalan dengan pemuda muslim dari negara lain. kemarin sempat makan malam bersama dengan salah satunya yang berasal dari Pakistan.Dari perbincangan kami yang tidak begitu lama,menarik sebuah benang merah yang sama.Dia yang bertahun-tahun berkeliling dunia memang melihat bagaimana muslimah diperlakukan berbeda.

Keluarganya di Pakistan yang menggunakan hijab lengkap dengan cadar dan pakaian gamis, begitu terhormat.Tidak ada yang berani mengganggu,memang di eropa juga begitu, tapi mereka mencap muslimah yang sepeti itu bagian dari 'teroris'. bahkan pengalamannya yang pernah tinggal di England, menyatakan bahwa berbuat asusila di depan umum di sana 'normal' . Memang aneh, tapi begitulah kondisi pemikiran orang-orang duniawi.

 Dan kemarin ana juga bertemu secara tidak sengaja dengan pemuda muslim asal Chechnya,kaukasus. Ia menetap bersama orangtuanya di jerman kurang lebih 17 tahun.Nanti sore ana ada janji bertemu bersama temanya asal Palästine juga,api hal yang mengagetkan bagi ana adalah ketika ana mencari tau dimana lokasi Chechnya tersebut?

Subhanallah......... ternyata begitu banyak pejuang muslim disana. Daerah yang katanya masih menjadi federasi Rusia ini ternyata juga terintimidasi layaknya Gaza. Ana benar-benar terhenyak, kemana berita ini terkubur.Ratusan ribu nyawa yang habis di bombardir,dan meskipun ibunda dari teman ana (Chenchnya) seorang Fashion designer yang mapan dan ayahandanya bekerja pula dalam properti kertas, ana yakin keluarga mereka juga bahagian dari korban rezim tersebut.

Memang begitu banyak rakyat sipil yang mencari suaka kenegeri tetangga termasuk jerman dan timur tengah.Sebaliknya negeri kita indonesia, kita kini berada di titik uji yang cukup sulit. Ana lihat perkembangan ekonomi masih berputar pada titik yang sama. remaja-remaja begitu asik pada dunia maya,sedangkan begitu banyak tangan-tangan nakal yang siap pecahkan negeri kita.

Ana berharap muslim indonesia bisa turut serta dalam langkah pemerintahan. syukur Sumatera barat masih dalam cakupan islam.Namun entahlah bagaimana nantinya dengan 'rezim liberal' yang mulai merasuki jiwa pemimpin negara kita. wallahualam. mari berdoa bersama, semoga kita para mujahidah yang sedang berkelana mampu istiqomah dan dilindungi Allah dari keburukan dunia dan syetan yang menggoda. aamiin.
#‎salamrindudariAachen (kasurau)

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates | ReDesign by PKS Kab.Semarang