Menteri Suswono Kerja Sama Holtikultura dengan Selandia Baru

 Menteri Suswono Tawarkan Sapi ke Selandia Baru
Jakarta - Menteri Pertanian baru Suswono melakukan kunjungan kerja selama tiga hari ke Selandia Baru sejak 11 November 2013 lalu. Dalam kunjungannya, Suswono berharap Selandia Baru bisa lebih banyak membeli produk buah tropis asal Indonesia serta mulai berinvestasi di sektor peternakan.
"Mentan RI harapkan agar Selandia Baru dapat menerima lebih banyak ekspor produk tanaman buah eksotik asal Indonesia, seperti manggis dan mangga," kata Kepala Perwakilan/Kuasa Usaha Ad. Interim Kedutaan Besar Republik Indonesia di Wellington, Selandia Baru, PLE Priatna, Jumat, 15 November 2013.

Selain itu, kata Priatna, Suswono meminta Selandia Baru bisa berinvestasi di sektor peternakan. Alasannya, konsumsi daging sapi Indonesia masih tergolong rendah, yaitu 2,2 kilogram per orang per tahun.

Selain itu, ia juga meminta perusahaan susu terbesar di Selandia Baru, yaitu Fonterra, dapat menggunakan susu lokal dalam pabrik susu yang akan dibangunnya di Indonesia nanti. Alasannya, selama ini 70 persen susu yang dikonsumsi di Indonesia merupakan produk impor, termasuk dari Selandia Baru.

Dalam kunjungannya ke Selandia Baru, Suswono didampangi oleh Priatna, staf ahli Bidang Ekonomi Dedi Junaedi, staf ahli bidang Efisiensi Pembangunan Pertanian Dedi Junaedi, dan Kepala Bidang Bilateral Pusat Kerja Sama Luar Negeri Yusral Tohir. Di Selandia Baru, mereka bertemu dengan Menteri Perdagangan Selandia Baru, Tim Groser.

Pertemuan Suswono dengan Gloser ini penting bagi langkah harmonisasi peningkatan kerja sama di sektor perdagangan dan membuka kemitraan investasi, menyangkut pengembangan teknologi pertanian.

Total perdagangan Indonesia-Selandia Baru pada 2012 mencapai US$ 1,1 miliar dengan pertumbuhan rata-rata (2008-2018) sebesar 0,07 persen. Ekspor Indonesia pada 2012 sebesar US$ 0,4 miliar, menurun rata-rata sebesar 3,46 persen dalam periode 2008-2012.

Sementara itu, impor Indonesia dari Selandia Baru pada 2012 sebesar US$ 0,7 miliar (Indonesia mengalami defisit), meningkat rata-rata 2,43 persen dalam periode 2008-2012.
tempo.co

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates | ReDesign by PKS Kab.Semarang