Digodog, Kandidat Capres PKS

 


JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terus merampungkan mekanisme pencarian calon presiden dengan istilah Pemira atau Pemilu Raya.

Menurut Ketua DPP PKS, Jazuli Juwaini, saat ini kandidat Capres terus bermunculan di internal dengan total mencapai 22 orang. Selain, nama Presiden PKS Anis Matta yang muncul sebagai kandidat, ada tiga Gubernur yang juga siap tampil.

"Kandidat yang muncul di internal ada 22. Diantaranya Presiden PKS Anis Matta, dan tiga Gubernur termasuk menteri Kabinet Indonesia bersatu jilid 2 asal PKS," katanya melalui pesan singkat, Kamis (21/11/2013).

Kata Jazuli, tiga orang Gubernur yang dimaksud yakni Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, dan Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho.

Sementara untuk menteri asal PKS memang ada beberapa nama, diantaran Menkominfo Tifatul Sembiring, Menteri Pertanian Suswono, dan Menteri Sosial Salim Segaf al Jufri.

"Dari kemaren, sampai hari ini PKS sedang menyelenggarakan election update. Menganalisa perkembangan persiapan Pemilu, dihadiri oleh DPW-DPW seluruh Indonesia," tuturnya.

Dari forum itulah bermunculan usulan agar PKS mencalonkan Presiden. Sehingga PKS merumuskan cara mekanisme pemilihannya.

"Insya Allah Pemira (Pemilu Raya) itu akan dilaksanakan akhir bulan ini. Sehingga pertengahan Desember sudah selesai," tukasnya. (ahm) okezone.com


Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta masuk ke dalam daftar jajaran capres usungan partainya pada Pilpres 2014 mendatang. Nama Anis bersanding dengan 29 tokoh capres lainnya.

Nantinya dari 30 nama tokoh itu bakal diseleksi untuk dipilih 1 yang menjadi capres PKS. Namun 30 tokoh itu, termasuk Anis Matta, harus mematuhi peraturan yang ditetapkan. Dalam proses penyeleksian nanti, para kandidat dilarang untuk meladeni pertanyaan seputar pencapresan.

"Saya tidak bisa komentar kalau seputar capres. Ada aturannya, nanti saya bisa dicoret," kata Anis Matta dalam acara Election Update PKS di JCC, Jakarta, Kamis (21/11/2013).

Peraturan ini dibenarkan oleh Ketua DPP PKS Achmad Rilyadi. Dia menyatakan, ada alasan baik yang mendasari adanya larangan itu. "Para calon dilarang kampanye, termasuk interview. Biar nggak terlalu bernafsu. Kalau sampai ada, ya kita coret," ujarnya.

Achmad menjelaskan, proses pemilihan capres yang akan diusung PKS ini akan menjaring aspirasi kader. Penjaringan aspirasi pun terbilang berjalan cukup singkat. Akhir tahun 2013 nanti, sudah akan ketahuan siapa capres PKS.

"Nanti mekanismenya akan melalui pemirsa, di mana para kader akan mengajukan nama dan dari nama yang ada. Akhir Desember sudah selesai semua," tutur Achmad.

"Kalau jadi begini, proses pemilihan dilakukan secara natural, yakni aspirasi kader. Kalau nanti sudah mengerucut menjadi satu nama, tidak ada kader yang tidak memperjuangkan nama tersebut."

Selain Anis, ada sejumlah kandidat lain yang cukup berpotensi untuk menjadi capres PKS. Achmad membeberkan, para kandidat itu, di antaranya Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Menkominfo Tifatul Sembiring. "Selain itu ada Pak Irwan Prayitno, Surrahman, Pak Sekjen Taufik Ridho," pungkas Achmad. (Ndy/Ism) liputan6.com

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates | ReDesign by PKS Kab.Semarang