Antara PKS, No Urut Peserta Pemilu dan Kaitanya Dengan Surat-Surat Dalam Al-Qur’an (1)

Sebagai catatan, tulisan ini tidak dimaksudkan untuk membuat ramalan atau sejenisnya. Penulis hanya berupaya untuk menarik pelajaran dari hal-hal yang secara tidak sengaja ‘berhubungan’ dengan PKS. Jadi, tidak ada yang sakral dengan nomor surat. 

Analoginya, seperti seorang anak yang kebetulan lahir pada tanggal 17 Agustus. Tentu kelahiran itu tidak dapat direncanakan supaya tepat pada tanggal  17 Agustus. Namun, karena momentumnya sama dengan tanggal kemerdekaan RI, tidak ada salahnya anak yang lahir pada tanggal tersebut juga diberi motifasi tentang semangat perjuangan dan kemerdekaan”. 

Maka Saya sebagai Penulis sangat berterima kasih karena sudah diberikan ide untuk menuliskan kembali secara utuh kaitan antara kehadiran PKS dalam Pemilu di Indonesia dan hubungannya dengan Nomor Urut PKS di setiap Pemilu serta kaitannya dengan Surat-Surat di Dalam Al-Qur’an
1384023433147490313
PKS 3 Besar 2014 (www.pkskramatjati.org)

Tahun 1999, PK / PKS Dengan No. Urut 24 (QS. An-Nur)
Saat masih PK (Partai Keadilan) saati itu, Partai Dakwah ini mendapatkan No Urut 24 dari 48 Partai Peserta Pemilu saat itu, Angka 24 ini disambut meriah dengan Takbir oleh Kader Dakwah karena angka 24 ini sangat kuat sekali dengan jumlah huruf yang ada didalam Syahadat “La Ilaha Ilallah Muhammadarrasulullah”, Pondasi Tauhid dengan Program Tarbiyah dikencangkan oleh PK saat itu. 

Saya mencoba mengkajinya dari No Urut 24 berdasarkan Surat didalam Al-Qur’an, Jika Kita membaca maka Kita akan menemukan QS. An-Nur.

Surat An-Nur merupakan surat yang ke 24 di dalam Al Qur’an. Surat An-Nur terdiri dari 64 ayat dan surat An-Nur merupakan golongan surat Madaniyyah karena diturunkan di kota madinah. Dinamakan An-Nur yang berarti cahaya yang di ambil dari kata An-Nur yang terdapat pada ayat ke 35. 

Dalam surat An-Nur, Allah swt menjelaskan tentang Nur Ilahi, yaitu Al-Quran yang mengandung petunjuk-petunjuk. Petunjuk-petunjuk Allah swt itu, merupakan cahaya yang terang benderang menerangi alam semesta. Surat An Nur sebagian besar isinya memuat petunjuk- petunjuk Allah yang berhubungan dengan soal kemasyarakatan dan rumah tangga.

Lalu Bagaimana kaitanya dengan PK (PKS Saat ini)? PK adalah hasil dari “Cahaya” yang kader-kadernya lakukan selama dalam Gerakan Dakwah dibawah tekanan Soeharto saat itu, Dakwah dengan mengajarkan Hukum-hukum Allah kepada Mahasiswa, Siswa, Yayasan, LSM sehingga tertanamnya hukum Allah disetiap orang yang mengikuti ta’lim yang mereka selenggarakan. 

Kader-Kader Dakwah yang ada di dalam PKS tampil dengan sederhana bahkan tetap konsisten mengajarkan Islam kepada siapapun yang disebut Halaqoh, Sebagaimana penegasan bahwa QS. An-Nur itu disebut Cahaya lantaran Al-Qur’an yang menjadi petunjuk bagi siapapun yang mempelajarinya. Di masa itu Ayat yang sering disampaikan para Asatidz (Ustadz-Ustadz) adalah “Ta’limunal Kitab Wama Kuntum Tadrusun” yang artinya Kalian Belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya kembali” dan inilah yang menjadi kekuatan PK hingga hari ini, apalagi pada saat awal terbentuknya.

Surat An-Nur sarat dengan beragam hukum yang menyangkut interaksi antara kaum wanita dengan kaum pria. Hukum-hukum itu berguna sebagai solusi terhadap berbagai problem sosial yang biasa muncul dengan adanya interaksi tersebut.

Hukum yang sangat keras terhadap pelaku kejahatan zina diterangkan dengan jelas, dibarengi dengan sejumlah hukum yang bisa untuk mencegah, atau meminimalisir, tersebarnya tindakan kriminal tersebut. Sebut misalnya hukum bagi pelaku Qadzaf (tuduhan zina, perihal li’an antara suami isteri, keharaman memandang lawan jenis disertai syahwat, larangan menampakkan perhiasan (aurat) pada selain kerabat mahram, aturan untuk berpakaian yang Syar’I (jilbab dan khimar), larangan berkhalwat (berduaan antara pria dan wanita bukan muhrim), dilarang berikhtilath (bercampur baur) antara pria dan wanita yang bukan muhrim, adab bertamu dan masuk rumah, adab memasuki kamar orang tua, dan sebagainya.

Karena padatnya dan luasnya kandungan hukum yang di jelaskan di surat an Nur – terutama menyangkut hubungan pria-wanita -, serta dengan pentingnya hukum-hukum yang diterangkan oleh Allah SWT, maka pantas kiranya Khalifah Umar bin Khaththab ra pernah berkirim surat kepada penduduk kota Kufah, yang isinya : “Ajarkanlah surat an Nur kepada kaum wanita kalian” (Riwayat Qurthubi)

Jika Anda melihat penjelasan ini maka sangat terlihat didalam setiap Pria dan Wanita di PKS selalu menjaga hijab, menjaga pandangan, menjaga hati dan menjaga apapun yang harus dijaga agar tetap berada dalam “Cahaya” Allah Swt, pada Masa itu juga Asatidz sering menyampaikan Firman Allah yang intinya ” Minal Julumat Ilannur” Dari Kegelapan menuju Cahaya.

Di masa ini pula lahir sebuah buku yang berisi perjalanan Kader PK yang menjadi Anggota DPR RI dan DPRD dengan judul “Bukan Dari Negeri Dongeng” yang ditulis Helvi Tiana Rosa dkk.

...bersambung

oleh: ADI SUPRIADI / Ahmad Muhammad Haddad Assyarkhan
Twitter : @assyarkhan
www.kompasiana.com

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates | ReDesign by PKS Kab.Semarang