Herlini: Sebelum Uji Publik, Kemendikbud Harus Laporkan Evaluasi Kurikulum Lama




Jakarta – Anggota Komisi X DPR Herlini Amran mendesak Kemendikbud untuk segera memberikan laporan evaluasi kurikulum lama sebelum uji publik terkait rencana pemerintah akan mengubah kurikulum pendidikan nasional pada tahun 2013 mendatang.

“Saya meminta Kemendikbud untuk segera memberikan laporan evaluasi kurikulum lama ke hadapan publik sebelum diadakan uji publik kurikulum pendidikan nasional baru tahun 2013, Setidakanya dipaparkan terlebih dulu lah, evaluasinya kepada Dewan dalam Rapat Kerja di Senayan apa lagi ada panja kurikulum di komisi X,” kata Herlini di Komplek Parlemen, Selasa (20/11).

Legislator PKS mengatakan, besar keinginan dan harapan dari masyarakat untuk segera menyempurnakan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan), tapi harus dilakukan secara bertahap rencana pemerintah tersebut untuk mengubah kurikulum nasional dan harus berdasarkan riset yang matang.

“Jangan sampai rencana pemerintah mengubah kurikulum ini hanya sebatas tradisi adanya Menteri baru ada kurikulum baru atau karena muncul pemantik dari Wapres ataupun berdasarkan trend isu yang berkembang saat ini,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Lody Paat, mengatakan bahwa pemerintah harus menjelaskan alasan perubahan kurikulum secara jelas pada masyarakat. Ada kewajiban untuk menunjukkan penelitian kurikulum yang pemerintah lakukan dan apa hasilnya sehingga harus diubah.

"Alasannya harus benar dan sesuai secara pedagogis. Jangan hanya karena sudah menjadi rencana kerja saja. Penelitian yang mereka lakukan juga apa hasilnya," kata Lody kepada Kompas.com, Senin (19/11/2012).

Sebelumnya hari Selasa 13 November 2012, Mendikbud mengatakan, kurikulum 2013 diharapkan bisa diterapkan mulai tahun ajaran baru 2013, tapi sebelumnya akan diuji publik sekitar November 2012.

Tahun 2012 dianggarkan sebesar 171 Miliar di Direktorat Badan Penelitian Dan Pengembangan dan rencananya akan disusulkan ditingkatkan sebesar 179 Miliar lagi pada tahun 2013 oleh Kemendikbud.

Anggota DPR dari Wilayah Pemilihan Kepulauan Riau itu berkata, “Saya akan selalu siap menagih janji Kemendikbud yang akan melahirkan kurikulum baru yang mengutamakan karakter atau penguatan moral ketimbang “nilai”. Namun, sebelum kurikum baru itu di uji publik, mewakili para guru dan ibu-ibu siswa yang masih resah karena belum mengetahui,” pungkasnya.


Sumber: Fraksi PKS DPR RI

 http://www.pks.or.id/content/herlini-sebelum-uji-publik-kemendikbud-harus-laporkan-evaluasi-kurikulum-lama

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates | ReDesign by PKS Kab.Semarang